Oktober 31, 2023
Home » 25 Tahun Misteri Kematian Putri Diana

25 Tahun Misteri Kematian Putri Diana

0

Lapakgosip.fun – Sudah 25 tahun berlalu, Sejak kematian Putri Diana pada usia yang masih relatif muda yaitu di usia 36 tahun. Pada tanggal 31 Agustus 1997, terus menjadi subjek perdebatan, spekulasi, dan teori konspirasi. Meskipun penyelidikan resmi menyimpulkan bahwa kematian itu disebabkan oleh kecelakaan mobil yang melibatkan paparazzi, kejadian tersebut masih menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

 

Kecelakaan Putri Diana

Kecelakaan tragis yang menewaskan Putri Diana terjadi di terowongan Alma di Paris, Prancis, pada malam tanggal 31 Agustus 1997. Putri Diana berada dalam mobil bersama dengan pasangannya, Dodi Fayed, dan sopir mobil, Henri Paul. Paparazzi yang mengejar mereka adalah faktor yang dianggap berkontribusi pada kecelakaan tersebut.

Saat itu, pasangan tersebut tengah berusaha untuk menghindari paparazzi yang mengejar mereka dengan sepeda motor. Kecelakaan terjadi di terowongan Alma ketika mobil Mercedes yang mereka tumpangi kehilangan kendali dan menabrak dinding terowongan. Henri Paul, yang diketahui mengonsumsi alkohol di malam itu, dan Dodi Fayed tewas di tempat, sementara Putri Diana mengalami cedera serius dan meninggal dunia beberapa jam setelahnya.

peristiwa tersebut memang dikelilingi oleh berbagai versi dan laporan yang bertentangan. Beberapa laporan dan saksi mata menyatakan bahwa paparazzi yang mengejar mereka menciptakan situasi berbahaya dan mengganggu pandangan Henri Paul, sang sopir, dengan cahaya kamera mereka. Sementara itu, ada juga laporan yang mengklaim bahwa mobil bergerak dengan kecepatan tinggi, melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.

Hasil Penyelidikan

Meskipun awalnya banyak yang menyalahkan paparazzi sebagai penyebab langsung dari kecelakaan tersebut, penyelidikan resmi menunjukkan bahwa Henri Paul, sang sopir, berada di bawah pengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi. Hasil tes darah menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam darahnya melebihi batas legal yang diizinkan untuk mengemudi.

Seiring dengan itu, pada tahun 1999, jaksa asal Prancis membebaskan paparazzi dari tuduhan terlibat langsung dalam penyebab kecelakaan. Meskipun demikian, peran paparazzi dalam menciptakan situasi berbahaya dan mendesak para korban tetap menjadi bagian dari kontroversi seputar kejadian tersebut.

BACA JUGA:  Alasan Mengapa Wanita Rela Melepas Perawan Demi Kekasih

Misteri seputar kematian Putri Diana memang terus menimbulkan berbagai teori dan spekulasi. Wawancara kontroversial yang diadakan oleh BBC pada tahun 1995 dengan judul “Panorama”. Menampilkan Diana yang mengungkapkan ketidakbahagiaan dan kesulitannya dalam pernikahan dengan Pangeran Charles, serta pengungkapan perselingkuhan di antara keduanya, memperumit narasi dan meningkatkan ketegangan.

Dibuat Film Dokumentar

Pangeran Harry dan Pangeran William telah secara terbuka mengecam BBC atas dampak wawancara tersebut pada ibu mereka. Mereka menyalahkan ketidakberanian dan pelanggaran etika oleh stasiun berita itu. Kejadian ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap media dan menggugah perhatian terhadap konsekuensi wawancara yang dilakukan oleh selebriti terkenal. Banyak film dokumenter dan penyelidikan lainnya yang berusaha membongkar misteri di seputar kematian Diana.

Film dokumenter “Diana: The Ultimate Truth” yang dirilis pada tahun 2022 mencoba untuk menyelidiki lebih jauh tentang kehidupan Putri Diana dan dampak dari pernyataannya dalam wawancara BBC serta perceraian dengan Pangeran Charles. Film tersebut mungkin memaparkan argumen dan analisis dari berbagai sumber, termasuk mantan detektif dan jurnalis investigasi, Mark William-Thomas.

Sebuah Wawancara yang Mengubah Segalanya

Wawancara BBC dengan Putri Diana pada November 1995 menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris. Diana membuka diri tentang ketidakbahagiaannya dalam pernikahannya dengan Pangeran Charles. Putri Diana juga mengungkapkan perselingkuhan yang dialaminya dan masalah kesehatan mental seperti bulimia dan depresi.

Dalam wawancara tersebut, Diana mengatakan, “Ada tiga orang dalam pernikahan ini, jadi agak ramai,” merujuk pada perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles. Pernyataan ini menciptakan kehebohan besar dan memunculkan kontroversi besar di Inggris.

Film dokumenter “Diana: The Ultimate Truth” menyelidiki klaim bahwa pewawancara Martin Bashir berusaha meraih kepercayaan Diana melalui saudara laki-lakinya, Earl Spencer. Pemberitaan seputar bagaimana wawancara itu diatur dan apakah ada manipulasi informasi memunculkan pertanyaan etika terkait praktik jurnalisme.

BACA JUGA:  Manchester United Putus Tren Negatif, Bruno Fernandes: Bangkit!

Pernyataan dari Simone Simmons, teman dekat Putri Diana, dalam film dokumenter “Diana: The Ultimate Truth” menggambarkan percakapan Diana dengan Martin Bashir sebelum wawancara. Simmons menyatakan bahwa Bashir membicarakan apakah Diana menyadari bahwa dia dikelilingi oleh orang-orang yang mengkhianatinya. Dalam responsnya, Diana dengan santai mengatakan, “Saya tidak tahu berapa banyak musuh yang saya miliki.”

Putri Diana Yakin Akan Mati Muda dalam Kecelakaan

Pernyataan dari teman-teman dekat Diana yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang baik hati, bijaksana, dan berprinsip menunjukkan sisi kepribadian positif sang putri. Namun, kekhawatiran dan paranoia yang dialaminya pada tahun-tahun terakhir hidupnya.

Pernyataan dari pakar keamanan kerajaan Grahame Harding mengungkapkan bahwa Diana kerap merasa khawatir teleponnya disadap dan percakapannya direkam. Terutama setelah publikasi wawancara kontroversialnya. Harding bahkan diminta bantuan untuk memeriksa kamar Diana di Istana Kensington dalam mencari alat penyadap. Tindakan tersebut menunjukkan tingkat kekhawatiran dan paranoia yang dialami Diana pada masa itu, menggambarkan betapa rumitnya kehidupannya setelah wawancara tersebut menjadi publik.

Pernyataan dari teman dekat Diana, Roberto Devorik, mencerminkan kekhawatiran dan firasat tragis yang dirasakannya. Keyakinan bahwa dia akan dibunuh atau mati muda menunjukkan tingkat kecemasan dan paranoia yang mungkin dialaminya. Diana sendiri menyebutkan ketakutannya akan berakhir dalam kecelakaan, entah itu melibatkan helikopter, pesawat, atau kecelakaan mobil. Meskipun tidak dijelaskan siapa yang dimaksud akan membunuhnya.

Nyawa Putri Diana Kemungkinan Dapat Tertolong

Pernyataan dari ahli bedah kardiotoraks, Tom Treasure, memberikan pemahaman yang menarik tentang situasi medis Diana setelah kecelakaan. Menurutnya, meskipun Diana dibawa keluar dari mobil dan masih sadar, ada masalah serius dengan sirkulasinya. Pulsasi nadi yang cepat dan tekanan darah yang rendah menunjukkan kemungkinan adanya pendarahan internal.

Treasure kemudian mengungkap bahwa Diana memiliki cedera jantung langka. Cedera jantung langka yang disebutkan, akibat duduk menyamping tanpa sabuk pengaman saat mobil berhenti mendadak. Menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tambahan yang berkontribusi pada keparahan cedera yang dialaminya.
“Seandainya keadaannya berbeda pada malam itu, sehingga cedera jantung langka yang dialaminya dapat diidentifikasi lebih awal, Diana mungkin memiliki kesempatan untuk selamat,” kata Treasure.

BACA JUGA:  Manchester United Berkabung, Istri Sir Alex Ferguson Tutup Usia

Tanggapan Keluarga Kerajaan

Respons Ratu Elizabeth II terhadap kematian Diana awalnya dianggap dingin oleh sebagian orang. Ini menyebabkan beberapa kritik terhadap keluarga kerajaan. Namun, pidato Ratu Elizabeth II lima hari setelah kematian Diana, yang mengakui kebaikan dan bakatnya, dianggap sebagai perubahan sikap yang lebih empatik.

“Di saat-saat baik dan buruk, dia tidak pernah kehilangan kapasitasnya untuk tersenyum dan tertawa, atau untuk menginspirasi orang lain dengan kehangatan dan kebaikannya.” Sementara pemakaman Diana dilangsungkan hampir satu pekan sejak ia meninggal, yaitu pada 6 September 1997.

Ada hal krusial yang tertangkap kamera saat itu. Momen ketika Ratu Elizabeth II membungkuk saat peti mati Diana melintas di depannya pada pemakaman menjadi sebuah momen yang sangat berkesan dan terlihat sebagai tanda penghormatan yang mendalam. Tindakan tersebut dianggap sebagai sikap yang luar biasa mengingat protokol dan hierarki dalam keluarga kerajaan. Pada umumnya, seorang anggota keluarga kerajaan tidak membungkuk di depan peti mati, tetapi Ratu Elizabeth II memutuskan untuk melakukannya sebagai ekspresi rasa hormat dan kesedihannya atas kepergian Diana.

Satu dekade sejak kecelakaan. Pada April 2008, putusan pengadilan Inggris menyalahkan pengemudi (Henri Paul) dan paparazzi atas kecelakaan tersebut menekankan bahwa keduanya terlibat dalam kelalaian mengemudi yang berkontribusi pada kejadian tragis itu. Fakta bahwa Diana tidak mengenakan sabuk pengaman juga disoroti sebagai faktor yang mempengaruhi serius cedera fatal yang dialaminya.

Keputusan pengadilan tersebut menyiratkan bahwa berbagai faktor, termasuk kecepatan mobil, pengaruh alkohol pada pengemudi, dan kejar-kejaran paparazzi, semuanya memiliki peran dalam terjadinya kecelakaan tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *